Mitra Bisnis PayTren Majalengka. Pakai PayTren, Tagihan Bulananmu jadi Duit

Membantu Pendaftaran dan Aktivasi Mitra Pebisnis Baru. Silahkan Hubungi Kontak yang Tersedia.

  • HALAMAN UTAMA
  • JALAN MENUJU KEBERLIMPAHAN
  • BELANJA ONLINE
  • TONTON PayTren TV
  • LANGKAH-LANGKAH PENDAFTARAN PAYTREN

Minggu, 02 Desember 2018

Mengatur Keuangan Bagi Karyawan Muda. UNTUK INFO DAN PENDAFTARAN PAYTREN HUBUNGI MITRA PAYTREN KECAMATAN RAJAGALUH, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA +62838 2424 1982

Mengatur Keuangan Bagi Karyawan Muda
Penulis : sumber : finansialku.com,
Image News
Permasalahan mengatur keuangan seringkali menjadi masalah bagi banyak orang. Tidak hanya pemilik bisnis tetapi juga karyawan. Kita perlu mengalokasikan pendapatan kita untuk kebutuhan hidup sehari-hari (jangka pendek), kebutuhan 3-5 tahun yang akan datang dan kebutuhan 5 tahun atau lebih. Berikut ini kita bahas tips mengatur keuangan buat karyawan muda. 1. Mengatur Keuangan dengan membuat anggaran di awal bulan Jangan lupa buat anggaran, pastikan Anda membuat rencana kemana uang Anda akan pergi selama satu bulan. Anggaran ini sifatnya sama seperti di tempat kerja. Salah satu pekerjaan di perusahaan-perusahaan pada waktu akhir bulan adalah membuat evaluasi atas kinerja bulan berjalan dan membuaat rencana kerja untuk bulan berikutnya. Sama seperti hal tersebut, kita perlu membuat rencana keuangan untuk bulan depan. Contoh untuk kendaraan, makan, main, olahraga dan lain-lain. Agar lebih mempermudah, Anda dapat menggunakan template yang telah dibuat. 2. Mengatur Keuangan dengan mencatat pengeluaran harian Mencatat pengeluaran adalah bagian yang sangat menjengkelkan dan membosankan. Tapi kegiatan ini adalah kegiatan yang Low Budget High Impact, coba aja Anda lakukan cukup tes 1 minggu. Dengan mencatat keuangan, Anda dapat mengetahui pola konsumsi Anda. Kemajuan Gadget dapat memudahkan Anda mencatat pengeluaran harian Anda. Apabila pengeluaran Anda tiba-tiba besar, jangan takut, karena ada pengeluaran baik dan pengeluaran buruk. Apa itu pengeluaran baik? Pengeluaran baik adalah pengeluaran yang digunakan untuk menambah asset. Bagaimana caranya? Contohnya Anda membeli produk-produk investasi kertas (paper asset) seperti reksadana, deposito atau membeli aset real seperti logam emas, mulai mencicil mobil atau rumah. Kalo pengeluaran buruk adalah pengeluaran yang sifatnya untuk membeli liabilitas, utang buruk, contoh: membeli jam tangan mewah, padahal belum dibutuhkan. 3. Mengatur Keuangan dengan menggunakan kartu kredit secara bijak Penggunaan kartu kredit jangan disamakan sarana utang. Kartu kredit dapat memberikan manfaat dapat juga menyebabkan masalah. Gunakan kartu kredit dengan bijak. 4. Mulai mencoba merencanakan untuk tujuan menengah dan jangka panjang. Biasanya tujuan jangka menengah seorang karyawan muda adalah menikah, bulan madu yang spesial, mempunyai anak, rumah dan kendaraan. Berapa biaya yang perlu dipersiapkan untuk itu semua? Tenang saja Apapun tujuan keuangan Anda, Kapanpun waktunya dan Berapapun biayanya, Anda pasti dapat memenuhi tujuan Anda dengan cara merencanakan dan mempersiapkannya. Sejak kapan? Sebaiknya lakukan sejak sekarang juga, karena semakin panjang waktu yang persiapan dana yang dibutuhkan menjadi semakin cepat. Bagaimana cara mempersiapkan? Tentu saja tidak cukup dengan menabung. Kita perlu mulai untuk berinvestasi di aset kertas (paper asset) dan aset real (real asset). Mulai mengatur keuangan sejak sekarang adalah salah satu cara untuk memenuhi tujuan -tujaun keuangan Anda. Tentunya dengan cara yang sederhana dan Low Budget High Impact.
- Desember 02, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Cara Kreatif Ajari Anak Kelola Uang. UNTUK INFO DAN PENDAFTARAN PAYTREN HUBUNGI MITRA PAYTREN KECAMATAN RAJAGALUH, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA +62838 2424 1982

Cara Kreatif Ajari Anak Kelola Uang
Penulis : sumber : klasika.kompas.id, 
Image News
Bukan saatnya lagi berpikir anak tak boleh ikut campur dalam masalah keuangan. Sebaliknya, anak harus dikenalkan dan dilibatkan dalam mengelola keuangan sejak ia masih kecil. Banyak keuntungannya. Mereka berlatih tanggung jawab, belajar matematika secara langsung, sekaligus dapat berinteraksi dengan orangtua secara lebih intens. Ratih Ibrahim, psikolog dan Direktur PT Personal Growth, berbagi cerita tentang pentingnya mengajari anak mengelola keuangan serta bagaimana ia sendiri menerapkannya kepada anak-anaknya. Seperti dituturkannya, seluruh proses belajar, termasuk pengelolaan keuangan, adalah proses pembentukan perilaku yang nantinya akan menjadi permanen pada anak. Pengondisian belajar ini dapat dimulai pada usia yang sangat dini. Anak butuh diajarkan mengelola keuangan secara benar. Pada umumnya, bentuk pengelolaan keuangan ini adalah menabung, berhemat, dan membelanjakan uang dengan hemat. “Berhemat dan membelanjakan uang dengan bijak itu bisa berbeda. Kalau berhemat, kan, membeli yang relatif murah. Kalau bijak, itu bisa saja seseorang membeli satu barang yang harganya cukup mahal, tetapi kualitasnya bagus karena memang perlu. Nah, itu kan bukan boros,” ujar Ratih, Selasa (22/7/2014). Akar pelajaran pengelolaan keuangan mulai dari berhemat. Perilaku hemat berarti bisa menunda keinginan konsumtif dan kemudian menyimpan uang. Sejak kecil, Ratih mengajari anak untuk mengonsumsi segala sesuatu secukupnya. “Sejak umur 1 tahun, anak saya dibiasakan untuk makan secukupnya. Mengambil secukupnya. Membeli mainan satu saja,” tutur Ratih. Ia melanjutkan, ketika anak mulai berumur 2 tahun misalnya, Ratih mengajari untuk memilah barang berdasarkan harga. Jika membeli mainan, anak diminta untuk mengambil barang yang harganya maksimal lima digit. “Itu kan paling besar tidak sampai Rp 100 ribu. Saya tidak bilang yang murah karena konsep murah itu abstrak dan relatif. Tapi, saya bilang pada anak, barang dengan harga segitu yang Mama bisa bayar,” cerita Ratih. Jika cara-cara semacam itu bisa dilakukan dengan konsisten, anak memang masih akan tetap punya keinginan untuk berbelanja, tetapi nafsu itu bisa ia kendalikan. Uang saku Strategi berikutnya diterapkan ketika usia anak sudah lebih besar. Sistem uang saku. “Mulai usia SD, anak sudah bisa diberikan uang saku, misalnya satu hari Rp 5.000. Kalau tidak terpakai, uang ini bisa masuk celengan,” ujar Ratih. Baginya, hal yang tak kalah penting adalah membawakan bekal ke sekolah agar anak tidak terkondisikan untuk jajan. “Selain sehat, ia bisa lebih berhemat,” kata Ratih. Pada akhir minggu, anak boleh menilik jumlah yang telah ia tabung. Uang itu bisa ia gunakan untuk membeli barang yang harganya sesuai. “Jadi, anak tahu gunanya menyimpan. Semakin lama dan semakin besar ia menabung, semakin besar pula nilai barang yang bisa ia peroleh,” ungkap Ratih. Nilai uang saku bisa ditambah seiring dengan usia anak yang semakin dewasa. Misalnya 1 minggu Rp 50 ribu untuk anak SMP dan 1 bulan Rp 300 ribu untuk SMA. Di sini, orangtua juga melatih anak dengan tanggung jawab yang lebih besar. Ada hal menarik lain yang diterapkan Ratih pada anak-anaknya. “Jika butuh tambahan uang, mereka harus bekerja,” ujarnya. Yang ia maksud adalah bekerja di rumah, di luar pekerjaan rutin seperti membereskan kasur atau mencuci piring. “Mereka bisa mencuci mobil, menyapu seluruh rumah, atau membantu saya menyiapkan presentasi. Semua ada harganya,” tutur Ratih sambil tertawa. Dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, ia mengajarkan lagi pada anak hal baru, bekerja. Anak makin bertanggung jawab, keluarga pun makin harmonis. [NOV]
- Desember 02, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

PERENCANAAN KEUANGAN. UNTUK INFO DAN PENDAFTARAN PAYTREN HUBUNGI MITRA PAYTREN KECAMATAN RAJAGALUH, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA +62838 2424 1982

PERENCANAAN KEUANGAN
Penulis : sumber : dcomdev.binus.ac.id, 
Image News
Perencanaan keuangan (Financial Planning) adalah sebuah proses dimana seorang individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansialnya melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan (financial plan) yang komprehensif. Dari definisi itu, maka perencanaan keuangan itu secara konsep merupakan suatu aktifitas yang terdiri dari beberapa elemen. Artinya, kalau seseorang bisa dengan bangga menyatakan “Yes, I am doing financial planning now”, maka dia harus punya beberapa hal berikut: Harus ada tujuan-tujuan financial yang mau dicapai, Harus ada jangka waktu atau periode untuk memenuhi tujuan tersebut, Harus ada action plan yang jelas dan praktis untuk dilakukan, Harus ada sumber daya yang bisa digunakan untuk menjalankan action plan. Harus ada sejumlah faktor resiko yang terkait dengan pilihan sumber daya. Jika ternyata ada satu elemen saja yang hilang, maka konsep perencanaan keuangan itu sudah tidak ada alias bubar. Fakta lapangan, masih banyak individu yang kerap mengaku punya rencana keuangan, tetapi tidak bisa menyebutkan tujuan finansialnya secara pasti. Atau ada juga yang punya tujuan-tujuan financial tetapi tidak memiliki action plan yang jelas untuk mencapai tujuannya tersebut.
- Desember 02, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Mengelola Keuangan Keluarga. UNTUK INFO DAN PENDAFTARAN PAYTREN HUBUNGI MITRA PAYTREN KECAMATAN RAJAGALUH, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA +62838 2424 1982

Mengelola Keuangan Keluarga
Penulis : sumber: cermati.com,
Image News
5 Langkah Mengatur Keuangan Rumah Tangga Pengaturan keuangan rumah tangga memang susah-susah gampang. Susah karena komunikasi tentang masuk dan keluarnya uang harus dilakukan secara jujur apa adanya dan transparan alias tidak ada yang disembunyikan. Tapi menjadi gampang ketika rasa saling percaya sudah terbangun dan terjaga satu sama lain. Meskipun begitu, kamu tetap harus mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga karena ini adalah hal yang penting. Berikut ini kami rangkumkan beberapa langkah mengatur keuangan rumah tangga yang biasa dijalankan oleh rekan-rekan kami:

1. Proyeksikan Pendapatan Satu Bulan Langkah pertama adalah proyeksikan pendapatan yang akan diperoleh dalam satu bulan ini. Lakukan ini jelang tanggal gajian. Tentu sang suami dan istri tersebut sudah tahu berapa pendapatan tetap mereka dari pekerjaan. Tapi proyeksi ini maksudnya untuk menghitung berapa pendapatan yang datang dari: rumah yang dikontrakkan, dividen dari hasil investasi, uang lembur di kantor, duit dari pekerjaan sambilan, laba dari bisnis kecil-kecilan, dan seterusnya.

2. Alokasikan untuk Tabungan dan Investasi Dari total pendapatan tersebut, silahkan hitung dan sisihkan sebesar 25%-30% untuk tabungan dan investasi. Silakan diatur perbandingan antara tabungan dan investasi tersebut. Biasanya, tabungan untuk pengeluaran besar yang akan terjadi dalam jangka pendek. Misal: uang pangkal untuk putra/putri yang baru akan masuk sekolah. Atau pelunasan DP rumah tinggal. Nah, sedangkan uang yang akan diinvestasikan adalah uang yang kira-kira tidak akan digunakan dalam setahun ke depan. Dari jumlah tersebut, baru dialokasikan ke instrumen-instrumen investasi seperti emas, reksadana, saham, dan sebagainya.

3. Proyeksikan Pengeluaran Sebulan Berikutnya Langkah ketiga adalah lakukan proyeksi pengeluaran 30 hari berikutnya. Mulai dari kewajiban-kewajiban yang sifatnya tetap: KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, premi asuransi, dan lain sebagainya. Bila pengaturan keuangan rumah tangga kamu cukup sehat, maka seharusnya pengeluaran untuk kewajiban-kewajiban tidak akan lebih dari 30% dari total pendapatan suami istri. Baru ke pengeluaran rutin rumah tangga. Pada bulan-bulan tertentu akan muncul pengeluaran seperti: uang sekolah anak, uang kursus anak, uang untuk liburan keluarga, dan beragam pengeluaran lainnya.

4. Sisakan Untuk Dana Cadangan Sisa yang tersimpan dari proyeksi pendapatan dan pengeluaran tersebut masuk ke dalam kategori dana cadangan. Dana ini wajib kamu siapkan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti apabila terjadi kecelakaan, musibah, dan keperluan sekolah anak. Dana cadangan ini biasanya sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan. Untuk menyiapkan dana cadangan seringkali sulit karena kebutuhan itu tidak terlihat jelas dalam bentuk apa, berapa besarnya, dan kapan akan terjadi, sehingga dana tersebut malah terpakai untuk kesenangan pribadi. Tapi jika kamu bisa menahan diri dan disiplin, kamu akan merasakan manfaat baik dari hal ini.

5. Tuliskan Rencana Langkah paling akhir adalah menyusun hasil dari 4 langkah di atas ke dalam satu rencana sederhana. Rencana ini berbentuk tabel yang memuat: tanggal, pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Tabel ini mirip dengan buku tabungan. Intinya adalah berbagai pemasukan dan pengeluaran yang sudah terbayang dalam langkah pertama dan ketiga dituangkan ke dalam tabel. Penyusunannya harus sesuai tanggal. Jadi tanggal muda menempati bagian tabel paling atas. Sedangkan yang paling dekat dengan pendapatan/gajian di bulan berikutnya disimpan di bagian paling bawah tabel. Mudah bukan? Sekarang, Nikmati Manfaatnya Langkah-langkah di atas dilakukan secara siklikal dalam tempo sebulan. Tetapi pola yang sama tidak mesti untuk bulanan saja. Bisa juga untuk mereka yang mendapat gaji secara mingguan. Bisa pula untuk proyeksi dan perencanaan keuangan dalam jangka setahun. Bisa dikatakan, pola bulanan seperti yang tertuang bertahap di atas merupakan pendetilan daripada perencanaan keuangan rumah tangga tahunan. Dengan proyeksi sekaligus perencanaan keuangan seperti di atas, maka suami-istri akan siap untuk menerima uang kontan pendapatan keluarga. Dan tentunya keempat tahap di atas tidak akan bermanfaat apabila dilakukan secara tidak konsisten. Tanpa kesadaran penuh, akan ada pengeluaran-pengeluaran yang mendadak dan pembelian yang impulsif (impulsive buying).
- Desember 02, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Disruptif Era Digital PayTren; Mengubah Gaya Hidup dari Pengeluaran Konsumtif Menjadi Pengeluaran yang Produktif. Hubungi PayTrener Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat WA 0838 2424 1982

 Disruptif Era Digital PayTren; Mengubah Gaya Hidup dari Pengeluaran Konsumtif Menjadi Pengeluaran yang Produktif Yang dilakukan oleh peng...

  • HIDUP ANDA, MAU DIBUAT SEDERHANA ATAU DIBUAT RUMIT? HUBUNGI PAYTRENER KECAMATAN LEUWIMUNDING, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA 0838 2424 1982
      HIDUP ANDA, MAU DIBUAT SEDERHANA ATAU DIBUAT RUMIT?  DUA PILIHAN HIDUP Ada 2 pilihan untuk menjalani hidup ini bagi orang dewasa yang t...
  • FINTREN HADIRKAN ASURANSI KESEHATAN. UNTUK INFO DAN PENDAFTARAN PAYTREN HUBUNGI MITRA PAYTREN KECAMATAN KADIPATEN, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA +62838 2424 1982
      FINTREN HADIRKAN ASURANSI KESEHATAN Kesehatan Resiko lainnya yang dapat menggangu nilai ekonomi seseorang adalah resiko ...
  • PAYTREN; MEMBANTU MENGAWALI ANDA MENJADI ORANG LUAR BIASA. HUBUNGI PAYTRENER KECAMATAN LEUWIMUNDING, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT WA 0838 2424 1982
     PAYTREN; MEMBANTU MENGAWALI ANDA MENJADI ORANG LUAR BIASA Konsep dari bisnis ini adalah membangun jaringan konsumen dengan produk yang me...

KATEGORI PILIHAN

BISNIS PAYTREN (9) DAFTAR PAYTREN (50) FINANCIAL TRENI (12) INFO PAYTREN (12) PENGEMBANGAN MITRA PAYTREN (34) TIPS FINTREN (5)

Pilih Menu

Dibawah.

TERIMA KASIH.
Toko Online l Peluang Bisnis l Paket Bisnis l Legalitas 
 Penghasilan l Kesaksian l Pembayaran

Berkirim Pesan Whatsapp
 

DISCLAIMER

Website ini bukan merupakan website official PayTren melainkan website promosi mitra resmi PayTren.

Cari Blog Ini

  • Beranda

Mengenai Saya

Yogacitra
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2019 (12)
    • ►  Januari (12)
      • ►  Jan 03 (4)
      • ►  Jan 02 (4)
      • ►  Jan 01 (4)
  • ▼  2018 (349)
    • ▼  Desember (121)
      • ►  Des 31 (4)
      • ►  Des 30 (4)
      • ►  Des 29 (4)
      • ►  Des 28 (4)
      • ►  Des 27 (4)
      • ►  Des 26 (4)
      • ►  Des 25 (4)
      • ►  Des 24 (4)
      • ►  Des 23 (4)
      • ►  Des 22 (4)
      • ►  Des 21 (4)
      • ►  Des 20 (4)
      • ►  Des 19 (4)
      • ►  Des 18 (4)
      • ►  Des 17 (4)
      • ►  Des 16 (4)
      • ►  Des 15 (4)
      • ►  Des 14 (4)
      • ►  Des 13 (4)
      • ►  Des 12 (4)
      • ►  Des 11 (4)
      • ►  Des 10 (3)
      • ►  Des 09 (4)
      • ►  Des 08 (4)
      • ►  Des 07 (3)
      • ►  Des 06 (4)
      • ►  Des 05 (4)
      • ►  Des 04 (4)
      • ►  Des 03 (3)
      • ▼  Des 02 (4)
        • Mengatur Keuangan Bagi Karyawan Muda. UNTUK INFO D...
        • Cara Kreatif Ajari Anak Kelola Uang. UNTUK INFO DA...
        • PERENCANAAN KEUANGAN. UNTUK INFO DAN PENDAFTARAN P...
        • Mengelola Keuangan Keluarga. UNTUK INFO DAN PENDAF...
      • ►  Des 01 (4)
    • ►  November (119)
      • ►  Nov 30 (4)
      • ►  Nov 29 (4)
      • ►  Nov 28 (4)
      • ►  Nov 27 (4)
      • ►  Nov 26 (4)
      • ►  Nov 25 (4)
      • ►  Nov 24 (4)
      • ►  Nov 23 (4)
      • ►  Nov 22 (4)
      • ►  Nov 21 (4)
      • ►  Nov 20 (4)
      • ►  Nov 19 (4)
      • ►  Nov 18 (4)
      • ►  Nov 17 (4)
      • ►  Nov 16 (4)
      • ►  Nov 15 (4)
      • ►  Nov 14 (4)
      • ►  Nov 13 (4)
      • ►  Nov 12 (4)
      • ►  Nov 11 (4)
      • ►  Nov 10 (3)
      • ►  Nov 09 (5)
      • ►  Nov 08 (4)
      • ►  Nov 07 (4)
      • ►  Nov 06 (4)
      • ►  Nov 05 (4)
      • ►  Nov 04 (4)
      • ►  Nov 03 (3)
      • ►  Nov 02 (4)
      • ►  Nov 01 (4)
    • ►  Oktober (109)
      • ►  Okt 31 (4)
      • ►  Okt 30 (4)
      • ►  Okt 29 (4)
      • ►  Okt 28 (4)
      • ►  Okt 27 (4)
      • ►  Okt 26 (4)
      • ►  Okt 25 (4)
      • ►  Okt 24 (4)
      • ►  Okt 23 (4)
      • ►  Okt 22 (4)
      • ►  Okt 21 (4)
      • ►  Okt 20 (4)
      • ►  Okt 19 (5)
      • ►  Okt 18 (4)
      • ►  Okt 17 (4)
      • ►  Okt 16 (4)
      • ►  Okt 15 (4)
      • ►  Okt 14 (4)
      • ►  Okt 13 (4)
      • ►  Okt 12 (4)
      • ►  Okt 11 (5)
      • ►  Okt 10 (3)
      • ►  Okt 09 (4)
      • ►  Okt 08 (4)
      • ►  Okt 07 (4)
      • ►  Okt 06 (3)
      • ►  Okt 05 (4)
      • ►  Okt 04 (1)

Laporkan Penyalahgunaan

MENU

  • HALAMAN UTAMA
  • FITUR PAYTREN
  • MENUJU KECERDASAN FINANSIAL
  • PEMBELAJARAN
  • BELANJA ONLINE
  • Lihat PayTren TV



Logo Fintren 

  • Home
  • Tentang Kami
  • Literasi
  • News
  • Bantuan
  • Login




Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.

Berikut ini adalah link situs resmi Treni / PayTren

www.paytren.co.id | www.treni.co.id |www.mytreni.com|www.belanjaqu.co.id

© 2018 PayTren. All Rights Reserved.